Wednesday, 11 April 2018

Aksara tak terarah

Malam ini disela gundahku
Ku sempatkan jemariku tuk tuliskan rangkaian aksara
Yang kutahu tak berarah
Tapi sedikit tenangkan jiwa

Malam ini, kutahu hujan tak bersamaku
Dia tak turun 'tuk sejukkanku
Dia juga tak kirimkan suara rerintiknya 'tuk tenangkanku
Kau tahu? Aku merindukanmu
Merindukan suaramu, merindukan ketenangan yang kau ciptakan

Malam ini, bulir-bulir itu turun dari peraduannya yang lain
Tak dapat terbendung lagi
Bersama turunnya bulir-bulir itu, ada rasa yang sulit diutarakan
Rasa yang sama, seperti sebelumnya
Rasa yang sama, seperti yang kau ketahui, tentunya

Kau tahu? 
Saat kucoba untuk tak memikirkanmu
Yang terjadi adalah aku semakin memikirkanmu
Daya khayalku pun semakin tinggi saat itu
Kau tahu?
Aku terlalu terbiasa denganmu
Setiap aktivitasku secara tak sengaja, selalu kukaitkan dengan dirimu
Setiap ceritaku, selalu terselip namamu
Bahkan menyebut namamu dalam setiap tuturku kepada-Nya bahkan sudah menjadi rutinitasku

Malam ini, bahkan semilir angin tak menyapaku
Hanya sunyi yang setia bersamaku saat ini
Tapi kau harusnya tahu
Aku tak pernah benar-benar merasa sunyi
Saatku memikirkanmu

-LC21-

No comments:

Post a Comment

Give your comments and critics here :)