Saturday, 13 May 2017

Mengenang RAIMUNA NASIONAL X 2012 di Jayapura, Papua

Tahun 2012, adalah tahun yang penuh dengan perjuangan. Sesuai judul, maka yang akan diceritakandisini adalah tentang perjuangan menuju ke Raimuna Nasional X, dan kembali dari Raimuna Nasional X. Kisah ini kembali diceritakan karena rindu moment itu karena di sosial media saya penuh dengan berita raimuna nasional :') Ditambah lagi, vakumnya dari 'dunia kepramukaan' setelah kurang lebih hampir 3 tahun. Bukan keinginan, tapi ada beberapa faktor yang memaksa harus seperti itu, Semoga suatu saat bisa kembali kedalam keluarga pramuka lagi :)


Kalau tidak salah, sekitar bulan januari atau februari 2012, dimulai seleksi raimuna nasional ke X karena beritanya, Raimuna Nasional X akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2012, di Bumi Perkemahan Cendrawasih, Pokhela, Jayapura, Papua. Waktu pelaksanaan sangat sesuai dengan keadaan saat itu yang menuju kelas XII.

Awal pengumuman, sepertinya mustahil akan ambil bagian dari acara itu. Karena lokasinya yang jauh, maka biaya yang dibutuhkan juga sangat besar (Sekitar 6,5 jt). Bahkan saat itu ada yang mengatakan bahwa tidak akan ada seleksi, tetapi yang memiliki biaya untuk berangkat, silakan berangkat. Sempat down, tetapi ada juga yang mendorong kami (kontingen yang akhirnya berangkat) untuk tetap melaksanakan seleksi. Katanya juga, uang itu bisa dicari, laksanakanlah seleksi maka kalian akan tetap berangkat. Secara pribadi, semangat yang menggebu tersebut turun-naik karena keadaan dan komentar orang-orang disekitar. Tetapi akhirnya, seleksi pun dilaksanakan.

Seleksi dimulai dengan seleksi administrasi. Saat itu, syaratnya minimal telah menjadi penegak bantara (Sempat terkejut saat ini standarnya sudah menjadi penegak laksana :D). Ada syarat minimum TKK juga, yang didapatkan dari hasil berkeliling kepada orang-orang yang ahli di bidangnya. Mulailah berkeliaran di Kota Bengkulu untuk mendapatkan 10 TKK itu :D. Ada juga syarat untuk memiliki usaha sendiri, yang kebetulan sekali saat itu sedang mencoba berbisnis pulsa (yang akhirnya bangkrut karena pelanggannya tak kunjung bayar :')). Juga harus memiliki buku tabungan sendiri, dan lainnya.

Seleksi lainnya yaitu tes tertulis tentang ilmu kepramukaan, presentasi, hiking, berenang, dan lainnya. Akhirnya, terpilihlah 20 orang (10 Pa 10 Pi) yang mewakili Kota Bengkulu untuk berangkat ke Papua. Ingat sekali waktu itu, ntah kenapa tiba-tiba siswa berprestasi(laki-laki) disekolah merekomendasikan kepada media agar mewawancarai saya sebagai siswa berprestasi(perempuan). Saya pun bingung, tetapi yang paling saya banggakan saat itu adalah mewakili Kota Bengkulu ke ajang raimuna nasional X. Akhirnya nama dan photo saya pun muncul di koran, dan sampailah ke orang-orang. Ada yang mendukung, dan ada pula yang menertawakan. Maksudnya hanya bercanda, saya tahu.

Akhirnya, setelah 20 orang terpilih, mau tidak mau harus menghadapi masalah keuangan yang sebelumnya dipusingkan. Bayangkan saja, 1 orang 6,5 juta jadi untuk 20 orang mencapai 130 juta. Waw! Apakah kami akan tetap pergi? Ya, jalan satu-satunya adalah dengan mengajukan proposal ke sekolah masing-masing yang mengutus, ke pemerintah kota, dan ke instansi-instansi yang baik hati. Masing-masing sekolah saat itu sepertinya kurang siap, karena mendadak, katanya. Ya, benar, mungkin cukup mendadak karena sekolah butuh konsep yang jelas saat mengalokasikan dana. Akhirnya kami memutuskan untuk ke pemerintah kota. Saat itu, kami seringkali mendatangi kantor walikota dengan tujuan bertemu langsung dengan walikota. Tapi kedatangan pertama  kami, tidak membuahkan apa-apa. Untungnya ditemani oleh bunda Mery, sebagai pendamping Pi saat itu. Selanjutnya, kami datang kembali dan menunggu kehadiran walikota, dan akhirnya bertemu. Ya, walau hanya sebentar. Ya benar, dia pasti sibuk sekali. Tapi akhirnya mau menemui kami, terimakasih Pak :)

Akhirnya, ntah bagaimana caranya, kami mendapat bantuan dari pemerintah kota. Bantuan yang sangat kami harapkan dapat menenangkan, ternyata hanya 'sedikit' menenangkan. Ya, biaya yang diberikan sangat besar, tetapi belum cukup untuk ongkos kami semua. Akhirnya, kami mengajukan proposal ke instansi-instansi dan beberapa pejabat daerah secara pribadi. Saya tidak tahu persis, yang saya tahu, LANAL telah membantu cukup banyak untuk kami yang telah ditugaskan untuk menjadi anggota SAKA BAHARI. Ada juga peserta kontingen yang pandai melukis, melelang lukisannya kepada pejabat daerah.

Uang yang didapatkan masih banyak kekurangannya, beberapa teman-teman berinisiatif mengumpulkan dana dengan cara 'menyanyi-keliling'. Sangat terasa perjuangannya saat itu, tetapi tidak ada yang mengeluh, semuanya bahagia, tertawa dan terus menyanyi. Dananya cukup menambah pundi-pundi keuangan di tabunganku (yang saat itu dipercaya menjadi bendahara).

Karena kurangnya uang, jadilah akhirnya kami rapat bersama pendamping Pa, pendamping Pi, kakak-kakak andalan cabang, dan kakak-kakak yang aktif di kwarcab maupun di kwarda. Yang kami pikirkan saat itu adalah bagaimana pergi, masalah kembali, urusan belakangan. Kami yakin akan banyak yang membantu.

Setelah masalah dana cukup mereda, timbullah masalah baru. Terjadi peperangan di Papua sehingga Raimuna Nasional X nyaris dibatalkan. Tidak tahu kenapa terjadi peperangan itu, tetapi saya sempat mendengar beberapa dari mereka tidak senang dengan datangnya orang asing (Peserta raimuna nasional X) sampai saat ini saya tidak tau apakah berita itu benar atau hoax, tapi saat itu saya sangat takut. Takut sekali acaranya dibatalkan. Semangat ini sudah terlalu tinggi untuk tiba-tiba dijatuhkan.

Akhirnya peperangan mereda, dan diumumkan bahwa kegiatan akan diundur dari bulan juni ke tanggal 08 s.d. 15 Oktober 2012. Dan terjadilah masalah baru. Saat itu, sudah menduduki kelas XII sehingga ujian nasional dan anak-anaknya sudah sangat dekat yang menyebabkan sulitnya izin orang tua. Akhirnya, setelah diyakinkan, dan mungkin mereka melihat perjuangan untuk menuju kesana, akhirnya diizinkan.

Tanggal 5 Oktober 2012, Kami berangkat menuju Papua. Kami disambut ramah disana oleh panitianya. Tidak banyak peserta yang sudah tiba, sehingga kontingen Bengkulu cukup dikenal oleh panitia karena datang duluan (dan jaket oranye yang begitu mencolok tentunya). Disana, kami bertemu juga dengan kontingen dari kaur, yang merupakan kabupaten di provinsi bengkulu. Akhirnya, kami diberi empat rumah honai yang sebenarnya, dua tempat untuk kota bengkulu (Pa dan Pi), dan dua tempat untuk Kaur (Pa dan Pi). Tetapi akhirnya Kami menggunakan satu tempat Pi untuk tidur, dan satu tempat untuk dapur (berhubung kontingen Pi kaur hanya 1 orang). Dan kegiatan dimulai

Kegiatan dimulai pada hari senin, tanggal 8 Oktober 2012. Siang hari setelah istirahat dari upacara Bhineka Tunggal Ika peserta Raimuna Nasional X di kumpulkan ke kantor kelurahan untuk pembagian kegiatan. Terlihat pemandu kegiatan dan kamipun mulai mengikutinya. Kami berhenti di depan kumpulan tenda pleton. Di depan tenda-tenda ini kami dibagi menjadi 3 kelompok dan kami masuk ke kelompok 2, pembuatan tas noken. Disini, kami menambah wawasan dan keterampilan dalam cara pembuatan tas noken.Usai kegiatan, kami diizinkan untuk membawa hasil karya kami, bahkan ada yang membawa hasil yang telah jadi. Setelah itu, kami kembali ke hanoi (rumah adat sederhana tempat berkemah) untuk beristirahat.

Malam harinya, kami kembali di kumpulkan di kelurahan merauke untuk melanjutkan kegiatan. Malam ini, kami mengikuti kegiatan welcome party dengan acara bakar batu. Acara ini merupakan salah satu budaya dari warga papua. Prosesinya dimulai dengan penumpukan batu-batu. Bahan makanan terpisah, tapi tidak jauh dari tempat kegiatan. Setelah itu, warga papua dengan pakaian adatnya, berlari-lari sambil berteriak khas papua, sembari mengambil bahan makanan serta meletakkannya di tumpukan batu-batu tersebut. Setelah kegiatan itu, makanan yang telah dimasak dari kegiatan itu pun di bagi bagikan kepada peserta Raimuna Nasional yang ingin mencicipi.

Esok harinya, 9 Oktober 2012 kami melaksanakan kegiatan pengembangan wawasan. Kegiatan ini terdiri atas 3 sub bagian yaitu globalisasi dan dampaknya, 3R, pembangunan berkelanjutan, dan proses sanitasi air. Kami mendapat sub bagian globalisasi dan dampaknya. Kegiatan ini diawali materi yang diberikan oleh pemateri dari dosen universitas cendrawasih, jayapura. Setelah diberikan materi, kami di bentuk kelompok-kelompok diskusi. Tema dalam diskusi kelompok kami adalah pengaruh globalisasi terhadap kultural kebudayaan. Hasil diskusi kelompok kami adalah pelestarian budaya Indonesia dan mematenkan budaya Indonesia. Selain itu, bisa dibentuk sanggar sanggar tari di setiap daerah. Malam harinya, kami menampilkan tari jari-jari yang merupakan tarian dari Bengkulu.

 Tanggal 12 Oktober 2012, kami mengikuti kegiatan wisata. Kami dikumpulkan di kantor kelurahan, menuju kantor camat untuk menunggu bis pariwisata. Setelah bus sampai, kami menaiki bus dan memulai perjalanan. Baliho-baliho dan poster-poster Raimuna Nasional X di tancapkan sepanjang jalan. Wisata dimulai ke pantai Base G. Disini kami dibiarkan menikmati pemandangan pantai alam Papua. Setelah itu, kami menuju ke kantor Gubernur Papua. Setelah sampai, kami dipersilakan untuk menyantap makanan dari catering yang di siapkan panitia. Di sela-sela mengantri makanan, gubernur Papua diikuti pejabat Papua mengunjungi kami sebagai wujud dukungan kegiatan Raimuna Nasional X. Selanjutnya, menuju ke museum universitas cendrawasih. Di dalam museum terdapat barang-barang adat papua dari yang sakral, sampai hiasan/ pernak pernik. Saat itu, sepanjang jalan banyak posko pengamanan oleh TNI.

Akhirnya kami harus meninggalkan bumi perkemahan cendrawasih. Kami tidak tahu darimana uangnya sehingga kami bisa berangkat ke jakarta. Di Jakarta, kami menginap di mess taman wiladatika (Lupa, sepertinya dua malam) baru kemudian naik bis menuju Kota Bengkulu. Akhirnya, kami mengetahui uangnya ditutupi oleh pendamping Pa dan Pi. terimakasih kak, bunda :)

Banyak kenangan dan perjuangan yang ada, Banyak cerita yang tidak sesuai waktunya, tapi seperti itulah kejadiannya. Tidak bisa dijelaskan secara detail tetapi tentu saja sangat berkesan dan akan diingat sampai kapanpun :)

Untuk adik-adik yang akan berangkat, semangat dan berbahagialah, Kalian merupakan orang terpilih, mungkin tidak begitu istimewa, tetapi yakinlah akan banyak sekali kenangan itu :)

Monday, 27 March 2017

Hujan tak sejukkan

Saat ini diluar sana sedang berjatuhan reruntuhan dari langit. Setiap bulir-bulir yang mencoba sejukkan hati. Tapi mengapa? Tak ada rasa sejuk yang terasa, hanya kesunyian. Namun sungguh ku tak pernah bosan mendengar suara denting-dentingnya yang indah. Denting-denting yang seolah mengiringi tarian imajinasi yang kian meliar.

Mengapa selalu hujan? Karena aku tak pernah bosan. Sama seperti aku yang tak pernah bosan memandangimu, seperti itulah aku tak pernah bosan memandang hujan. Sama seperti aku yang tak pernah bosan mendengar suaramu, seperti itulah aku selalu tenang mendengar suara denting hujan. Dan bagiku, kaupun selalu datangkan bahagia seperti hujan yang datangkan pelangi.

Kau tahu? Hujan malam ini tak menyejukkanku. Kau tahu kenapa? Karena aku merasa seolah dia tak ingin bertutur denganku. Dia hanya berjatuhan seperti itu saja, tanpa peduli apa yang kurasakan. Tidak seperti biasanya, ia selalu menyapaku dan menyesuaikan alunan dentingnya dengan suasana hatiku.
Dan kau tahu? Begitulah aku merasakan hadirmu. Meskipun dapat kurasakan hadirmu didekatku, tapi itu sama sekali tak berarti saat aku bahkan tak berani menatap matamu.

Kau tahu, kasih? Seperti petir yang tiba-tiba hadir ditengah sejuknya hujan, seperti itulah hatiku yang tiba-tiba runtuh saat kau tak ingin bertutur denganku. Aku tak pernah ingin reruntuhan itu terus bertambah sehingga ku selalu membangunnya agar utuh kembali.

Kau tahu, kasih? Aku tak pernah lupa menyebut namamu saat bertutur denganNya. Di benakku tak pernah sedikitpun terbesit akan jalani hari tanpamu. Bahkan ku ingin kau yang selalu hadir dalam setiap imajinasi terliarku.

Dengar aku, kasih. kumohon mengertilah aku adalah seseorang yang selalu menunggumu. Aku adalah seseorang yang tak pernah dengan sengaja ingin menggoreskan luka dihatimu. Aku adalah orang asing yang tiba-tiba hadir dihidupmu dan berharap akan mewujudkan satu persatu imajinasiku. Aku, adalah orang yang selalu berharap apa yang kita harapkan akan benar-benar terjadi.

-LC21-

Saturday, 14 January 2017

Tentang Kau dan Hujan

Ada sebuah rasa di telaganya yang sulit didefinisikan, ingin sekali diungkapkan namun tak pernah sanggup terucap. Lidah seketika kaku, dan jari seketika membeku saat diharapkan bisa menjadi perantara rasa itu.

Kau tahu? sama seperti tanah yang selalu merindukan hujan, seperti itulah aku yang selalu merindumu.

Kau tahu mengapa aku selalu setia pada hujan dalam setiap syairku? Karena hujan tak penah jera terjatuh hanya untuk bertemu tanah. Pun dia tak pernah merasa sakit untuk kita bisa nikmati indahnya pelangi.

Dan, kau tahu mengapa aku mencintai hujan? Karena hujan membuatku tersadar, walau sering dikutuk, dia tetap selalu menyejukkan. Dan yang harus kau tahu, akan lebih menyejukkan bila ada didekatmu.

Aku memang bukan ahli dalam merangkai aksara. Tapi setidaknya kali ini aku ingin membiarkan setitik cahaya di telaga kalbuku, menyeberang ke telaga kalbumu untuk saling berbicara tentang apa yang masing-masing rasakan.

Kumohon dengarkanlah, tak mudah menjaga rerintik hujan itu agar tetap diperaduannya. Bahkan setiap rintiknya, penuh dengan semua hal tentangmu. Kau tahu? Aku selalu bertutur pada-Nya agar selalu bisa merasakan kesejukan setiap bersamamu.

-LC21-