Sunday, 1 July 2018

Molekul Hujan

Malam ini, molekul-molekul hujan seakan menusuk raga
Pun menyelinap ke kalbu
Sama seperti dingin yang tersisa dari molekul hujan
Seperti itulah pedih yang tersisa
Walau tak tampak, tapi sangat terasa

Kau tahu, hujan?
Lama ku tak menyapamu.
Selama itulah kurasa bahagia
Kau tau? Merasa bahagia sama seperti terlihat bahagia
Jika terlihat bahagia adalah masalah hati dan pandangan orang lain
Merasa bahagia adalah antara pikiran dan hati

Apa kau tahu?
Seringkali kau mengiringi rerintik diwajahku
Terkadang kurasa sesak, seolah ku berteriak tanpa suara
Sama seperti malam ini, bersama hembusan angin malam yang dingin
Hati ini terasa membeku


Banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan tapi tak bisa
Ada rasa yang ingin kusampaikan tapi seketika lidahku kaku

Kau tahu, hujan?
Aku hanya tak suka diabaikan
Aku hanya tak suka jika aku terlalu membuatmu sebagai prioritasku, tapi kau malah tak peduli
Aku hanya tak suka saat aku ingin memakimu, tapi aku tak pernah mampu

Kau tahu?
Kurasa hanya aku yang merasa semua berjalan sesuai dengan yang kupikirkan
Lihatlah
Saat inipun aku masih menunggu kau turun kembali.


Saturday, 5 May 2018

Hai, Sunyi

hai sunyi
kau yang selalu ajarkanku untuk tenang
kau yang selalu buatku bisa sejenak berpikir
tapi kau juga yang buatku terkadang tak bisa lagi memikirkan apapun

hai sunyi
dulu kupikir dengan bertutur denganmu, setidaknya hatiku sedikit tenang
dan ya, itu terjadi untuk beberapa ratus detik saja

Kau tau?
Dulu dari tengah keramaian ku malah mencarimu
mungkin sekarang ku merindukan keramaian
mereka yang selalu ada menyaksikan rerintik yang jatuh saatku rapuh

Atau ku malah membutuhkan tempat yang lebih nyaman untukmu?
Menikmatimu sendiri?
Atau bersama seseorang yang biasa kuajak bertutur denganmu?

Hai Sunyi
Akhir" ini kau benar" tidak membantu
Kau malah buatku semakin rapuh
Terkadang, ku seakan sangat terluka
Beberapa hal seperti menusuk tepat di telaganya
Bahkan hal yang mungkin sebenarnya tidak terjadi

Apa menurutmu aku terlalu khawatir?
Kau tahu bukan, aku memang selalu khawatir, bahkan pada hal terkecil sekalipun
Tapi kali ini -- juga beberapa waktu lalu, terasa sangat perih
Semuanya hanya bisa tersimpan disana
Tanpa bisa mengatakan apapun

Wednesday, 11 April 2018

Aksara tak terarah

Malam ini disela gundahku
Ku sempatkan jemariku tuk tuliskan rangkaian aksara
Yang kutahu tak berarah
Tapi sedikit tenangkan jiwa

Malam ini, kutahu hujan tak bersamaku
Dia tak turun 'tuk sejukkanku
Dia juga tak kirimkan suara rerintiknya 'tuk tenangkanku
Kau tahu? Aku merindukanmu
Merindukan suaramu, merindukan ketenangan yang kau ciptakan

Malam ini, bulir-bulir itu turun dari peraduannya yang lain
Tak dapat terbendung lagi
Bersama turunnya bulir-bulir itu, ada rasa yang sulit diutarakan
Rasa yang sama, seperti sebelumnya
Rasa yang sama, seperti yang kau ketahui, tentunya

Kau tahu? 
Saat kucoba untuk tak memikirkanmu
Yang terjadi adalah aku semakin memikirkanmu
Daya khayalku pun semakin tinggi saat itu
Kau tahu?
Aku terlalu terbiasa denganmu
Setiap aktivitasku secara tak sengaja, selalu kukaitkan dengan dirimu
Setiap ceritaku, selalu terselip namamu
Bahkan menyebut namamu dalam setiap tuturku kepada-Nya bahkan sudah menjadi rutinitasku

Malam ini, bahkan semilir angin tak menyapaku
Hanya sunyi yang setia bersamaku saat ini
Tapi kau harusnya tahu
Aku tak pernah benar-benar merasa sunyi
Saatku memikirkanmu

-LC21-