Sunday, 17 April 2016

Sajak Hujan

Ada suatu waktu ketika hujan pun tak dapat sejukkan hati. Saat gemuruh datang kian menjadi, mengalahkan sejuknya hujan yang terasa. Bulir bulir hujan tak selalu sisakan pelangi, tapi selalu perindah sunyi. Kau tahu? Seperti itulah aku mengharapkanmu. Sesetia setiap bulir hujan yang memberi kehidupan, sesetia itulah aku menantimu. Seindah irama denting hujan yang turun, seindah itulah aku menyebut namamu disetiap lima waktuku. Anggap saja gemuruh yang datang, adalah saat ku khawatir akan kehilanganmu.

-LC-

Tuesday, 21 October 2014

Song lyrics : Let it Fall

There's a star in you that wants to shine 
But you leave it in a world that's full of darkness 
No matter what you do there's still no light 
Even though you feel you've tried your hardest 
But don't you hide it 
Don't try to fight it 

cause you can't stop the rain if 
It's already falling 
You can't stop the dream when 
It's already calling out your name 
If you give with all your heart 
You will live to see it all 
You can't stop the rain 

So let it fall 

Oh oh, oh oh 

Destiny has made of many things 
Everybody wants what they don't have, ah ah 
No one really knows how long it takes 
Time can make it hard to stay on high 
But don't you fake it 
One day you'll make it 

Cause you can't stop the rain if
it's already falling
You can't stop the dream when 
It's already calling out your name 
If you give with all your heart 
You will live to see it all 
You can't stop the rain 

So let it fall 

Fall against your
face against your skin
you feel the rush 
And you begin to see the light of who you are 

cause you can't stop the rain if 
It's already falling 
You can't stop the dream when 
It's already calling out your name 
If you give with all your heart (all your heart) 
You will live to see it all 
You can't stop the rain 

So let it fall (fall) 

So let it fall (fall) 

If you give with all your heart (all your heart) 
You will live to see it all 

You can't stop the rain 
Even if we try 
You can't stop the rain 

So let it fall 

Let it fall

Budaya Indonesia : Tradisi Ngayau, Kalimantan Tengah

Siapa yang tidak kenal suku dayak, penduduk asli pulau kalimantan ini di kenal dunia sebagai suku yang tidak takut mati. Mereka sangat mempercayai kekuatan alam dan adat istiadat mereka. Kayau atau Ngayau adalah suatu tradisi mereka yang sangat kejam dan mengerikan. Dimana dalam tradisi ini mereka akan mempertahankan wilayah kekuasaan mereka walau harus membunuh dan memenggal kepala musuhnya. Tradisi ini dilakukan oleh Suku Dayak Tomun di Desa Bakonsu, Lamandau. Ngayau sendiri dikenal sebagai salah satu ritual Dayak Tomun yang membuat orang merinding.
Ritual ini biasanya dilakukan, apabila ada orang dari Suku Dayak Tomun meninggal dunia. Dari situ, keturunan laki-lakinya akan melakukan upacara adat untuk keluar dari kampung, guna mencari tumbal berupa kepala manusia. Kepala tersebut akan dipersembahkan kepada jasad orang tuanya yang meninggal itu.
Ritual ini juga dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan daerah. Para pemberani di desan akan mencari penggalan kepala ke desa lain. Kepala yang di penggal akan di bawa ke kampung mereka. Namun, tidak semua orang dari mereka mampu melakukan hal itu. Beberapa orang yang memiliki keberanian tinggi yang dalam melakukan Kayau. Itulah sebabnya orang yang melakukan kayau akan di populerkan di kalangan wanita dayak pedalaman. Mereka mengganggap orang yang melakukan kayau punya keberanian tinggi dan akan mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya.
Selain itu, mereka mempercayai jika kepala musuhnya di penggal, roh si musuh tidak akan gentayangan dan mengganggu mereka untuk membalas dendam. Acara adat pun harus dilakukan untuk menenangkan roh si musuh tersebut dengan memberikan sesaji dalam upacara adat yang bernama tiwah. Namun, tidak semua musuh boleh di penggal kepalanya, anak-anak dan kaum wanita tidak boleh di penggal. Biasanya mereka hanya dipenjara.
Tradisi ngayau ini juga pernah dilakukan untuk melengkapi syarat mas kawin. Pemuda yang ingin menikahi seorang perempuan, maka ia harus mencari penggalan kepala untuk dijadikan mas kawin. Jika perempuan tersebut menerima mas kawinnya, maka penggalan kepala tersebut akan disimpan dan mereka baru bisa menikah.

Penggalan penggalan kepala tersebut disimpan di Rumbang Bulin, rumah adat Dayak Tomun yang ada di Desa Bakonsu memiliki arsitektur rumah panggung yang panjang. Saat ini, tradisi ini sudah sangat jarang dilakukan seiring dengan berkembangnya peradaban manusia.