Thursday, 25 July 2013

fact of life's traveling

ku ikuti langkah hati menuju tempat persinggahan yang tak bertepi.
harapanku temukan tempat yang mereka katakan surga dunia
harapanku temukan orang yang mereka katakan malaikat tanpa sayap
harapanku temukan ah, sampai saat ini pun aku belum menemukannya.

tiba tiba saja ku terhenti.
bukan karena lelah mencari
bukan karena tak menemukan apa yang ku dapat
tetapi tiba tiba saja ada benda asing yang sangat tajam. menusuk dan menghambat perjalananku

yah, itu hanya duri kecil. duri yang biasa ada di sekitarku
duri itu menusuk tanpa ada satu orangpun yang tahu
duri itu secara perlahan masuk dan menyakitiku
duri yang sangat kecil itu, siapa yang tahu akan membahayakan?
bentuknya pun menarik, sama sekali tidak mencurigakan

tiba tiba duri itu semakin banyak.
menjadi teman perjalananku, bukan, mereka penghambat perjalananku
yah mereka memang tidak asing.
mereka adalah orang orang yang biasa di sekelilingku.
mereka bilang mereka teman dekat. bahkan sahabat
mereka itulah yang mereka bilang malaikat tanpa sayap


tidak ! tidak sama sekali !
mereka bukan malaikat tanpa sayap.
mereka itu hanyalah sekelompok duri yang tak tau siapa yang disakitinya
ntah orang yang ingin merawatnya, ataupun orang yang ingin menyakitinya
mereka tidak tahu rasa sakit yang mereka buat
mereka hanya bisa menyakiti
mereka buta karena melindungi sang mawar
ya, itulah mereka

bahkan mawar yang mereka lindungi tak segan segan mereka sakiti
ntah apa yang ada di pikiran mereka
ntahlah