Saturday, 14 January 2017

Tentang Kau dan Hujan

Ada sebuah rasa di telaganya yang sulit didefinisikan, ingin sekali diungkapkan namun tak pernah sanggup terucap. Lidah seketika kaku, dan jari seketika membeku saat diharapkan bisa menjadi perantara rasa itu.

Kau tahu? sama seperti tanah yang selalu merindukan hujan, seperti itulah aku yang selalu merindumu.

Kau tahu mengapa aku selalu setia pada hujan dalam setiap syairku? Karena hujan tak penah jera terjatuh hanya untuk bertemu tanah. Pun dia tak pernah merasa sakit untuk kita bisa nikmati indahnya pelangi.

Dan, kau tahu mengapa aku mencintai hujan? Karena hujan membuatku tersadar, walau sering dikutuk, dia tetap selalu menyejukkan. Dan yang harus kau tahu, akan lebih menyejukkan bila ada didekatmu.

Aku memang bukan ahli dalam merangkai aksara. Tapi setidaknya kali ini aku ingin membiarkan setitik cahaya di telaga kalbuku, menyeberang ke telaga kalbumu untuk saling berbicara tentang apa yang masing-masing rasakan.

Kumohon dengarkanlah, tak mudah menjaga rerintik hujan itu agar tetap diperaduannya. Bahkan setiap rintiknya, penuh dengan semua hal tentangmu. Kau tahu? Aku selalu bertutur pada-Nya agar selalu bisa merasakan kesejukan setiap bersamamu.

-LC21-