apa itu masyarakat madani?

, 0 Comments



. CIRI MASYARAKAT MADANI
          Masyarakat madani sering diartikan sebagai masyarakat beradab. Ciri-ciri masyarakat madani adalah : 
a.    Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak. Dapat di identifikasikan cirri-ciri tambahan :
-      Ciri konstitusional       à prinsip-prinsip kekuasaan ,kehendak, dan
      kepentingan rakyat diatur dan ditetapkan
     dalam konstitusi.
-      Ciri perwakilan           à pelaksanaan kedaulatan rakyat diwakilkan
     Kepada beberapa orang yang mewakilinya
-      Pemilihan umum         à Negara melakukan suatu kegiatan politik untuk
    memilih para wakil rakyat yang akan memimpin
    bangsa dan Negara
-      Ciri Kepartaian           à partai politik merupakan media atau sarana
     dalam praktik pelaksanaan demokrasi

     b.   Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan antara eksekutif, lesilatif, dan yudikatif.
     c.    Adanya tanggung jawab dari pelaksanaan kegiatan atau pemerintahan.

Perbincangan tentang demokrasi oleh founding fathers sebelum proklamasi telah menghasilkan consensus bahwa Negara kesatuan republik Indonesia harus berdasarkan kedaulatan rakyat.





B. MAKNA MASYARAKAT MADANI
Masyarakat Madani adalah masyarakat yang saling berinteraksi dengan bebas dan menjunjung tinggi interaksi dan memiliki peradaban. Pada dasarnya, civil society merupakan suatu ruang yang terletak antara Negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain.
          Masyarakat Madani bersifat independen terhadap Negara. Masyarakat Madani merupakan suatu hubungan antara Negara dan sejumlah kelompok sosial seperti keluarga,  kalangan bisnis , asosiasi masyarakat, dan gerakan-gerakan sosial dalam suatu Negara.

B. PROSES DEMOKRASI MENUJU MASYARAKAT MADANI
                   Pada hakikatnya, demokrasi dapat mendorong Negara dalam mencapai civil society (masyarakat madani). Salah satu upaya dalam hal tersebut adalah digulirkannya otonomi daerah.
                   Otonomi daerah mempengaruhi kemandirian suatu Negara khususnya Indonesia dalam melakukan berbagai kegiatan. Misalnya kemandirian dalam bidang politik dan organisasi sosial politik (orsospol).
                   Dalam mewujudkan civil society, Negara memiliki kedudukan sebagai fasilitator. Artinya, Negara dapat berfungsi sebagai sarana yang dapat memberikan hak-hak daerahnya dan melindungi hak-hak daerahnya.

0 komentar:

Pertanyaan, kritik, saran, silakan :)

Puisi : Dengan Sehalus Rasa, Hidup ini Indah :)

, 0 Comments

 Dengan Sehalus Rasa, Hidup Ini Indah
Oleh : Deta Oktariani


Secarik rasa menyendiri
Menepis getir dikala sepi
Hujan, dengan hembusan angin malam
Seketika menelisik ke relung kalbu, tak dapat terdefinisi

Semilir lirih kian menjadi
Terpa angin tumbangkan perih
Lalu apa? Siapa yang peduli?
Perih itu.. ntahlah

Dikeheningan ruang menyendiri
Tiba-tiba sesuatu buyarkan lamunanku
Gejolak hati seketika muncul
Buat apa kurapuh?
Dengan sehalus rasa yang kumiliki, hidup ini indah

Tak ada yang perlu dirisaukan
Selama hati masih diatur oleh Nya
Selagi rasa masih milik kita
Tetap saja, hidup ini indah :)

Bengkulu, 27 Mei 2014

0 komentar:

Pertanyaan, kritik, saran, silakan :)

Contoh Resensi Buku (Wanita Wanita Matahari)

, 0 Comments



Kisah Inspiratif Tiga Wanita Tangguh

Judul buku          : Wanita-wanita matahari
Pengarang          : Aisyah Qahar
Tempat Terbit   : Yogyakarta
Tahun Terbit      : 2011
Tebal                     : 345 Halaman
Harga                    : Rp44.000,00
Penerbit              : Divapress


Cerita-cerita bermakna telah disulap menjadi karya sastra yang indah oleh seorang penulis yang pernah meniti jembatan ilmu di salah satu perguruan tinggi islam di Kota Pahlawan, yaitu Institut Agama Islam Negeri  (IAIN). Telah banyak ia menerjunkan karya-karya di dunia sastra. Gadis asal Mojokerto ini sekarang tinggal di Malang, Jawa Timur.
Sesuai dengan judulnya, karyanya yang satu ini sangat menyinari dunia sastra.sebuah novel yang mengupas kisah-kisah dan menarik pembaca untuk meneladani hal-hal dari kisah kehidupan wanita-wanita muslimah dari latar yang berbeda-beda di sebuah pesantren terpencil.
Gadis bernama Khandi itu pasti akan sangat merindukan rumah berpagar cokelat yang telah lama menemaninya menelusuri hari. Namun ia harus pergi demi ibu yang sangat menyayanginya, dan membayar rasa malunya. Sebuah peristiwa yang sangat disesalinya, yang menjadikannya mengalami banyak kerugian seperti drastisnya penurunan nilai-nilainya. Puncak penyesalannya yaitu saat ayahnya mendapat panggilan dari sekolah karena dia ketahuan berciuman dengan Dudita, kekasihnya saat itu.
Sekarang sebuah pesantren kecil, terpencil dan sangat tidak beraturan serta pengurus-pengurusnya yang mayoritas bersikap keras menjadi tempat tinggalnya. Tempat dimana ia menemukan sinar-sinar baru bagi kehidupannya, yaitu para sahabatnya Faha dan Ganis yang dulunya sangat tidak disukainya. Dari mereka, dia menemukan arti hidup. “jangan merasa dirimu yang paling susah” itulah kalimat yang dapat dikutip dari pahit getir perjalanan hidup mereka yang selalu dilalui bersama-sama.
Novel wanita-wanita matahari menyiratkan banyak sekali nilai-nilai kehidupan seperti bidang sosial , agama , moral , kemanusiaan , dan pendidikan. Tampilan buku yang menarik pun juga ikut mendukung keindahan karya sastra ini. Cara penulis menuturkan cerita sangat membuat pembaca penasaran dengan kisah selanjutnya. Hanya saja, ada beberapa bagian yang kurang enak dibaca karena berisi tentang sesuatu yang seharusnya tidak diceritakan terlalu detail.
Karya sastra fiksi Aisyah Qahar ini bisa dibaca semua orang, baik tua ataupun muda, laki-laki atau perempuan karena pesan yang tersirat dari buku ini sangat penting kita baca dan sering kita jumpai pada masa sekarang.


Unsur Intrinsik
Tema                     : Sosial
Tokoh                   : Gandhi, Ganis, Faha, Ustadz Muhaimin, Si gendut.
Penokohan         : 1. Gandhi                          à baik, patuh pada orang tua, berani
                                 2. Ganis                               à Tegar, rapi, fashionable, misterius
                                 3. Faha                                 à keras, lucu, jorok, baik, tegar
                                 4. Ustadz  Muhaimin      à Pilih kasih, menghalalkan segala cara untuk keinginannya
                                 5. Si Gendut                      à jahat, mudah putus asa
Alur                        : Maju
Latar                      : tempat                               à pesantren, kota Malang
                                   Waktu                                à
                                   Suasana                            à
Sudut pandang : orang ketiga serba tahu
Gaya bahasa      : mudah di mengerti , indah , mengundang rasa penasaran

0 komentar:

Pertanyaan, kritik, saran, silakan :)